Menjadi Tauladan Seorang Adik
Kita pasti udah merasakan pembelajaran dari seseorang yang lebih tua dari Kita. Dan suatu saat kita akan menduduki seperti mereka yakni kita yang akan menjadi Pengarah untuk seorang yang lebih kecil dari kita.
Tak tersadari, komunikasi umat mengalir dengan berpasang-pasangan. Di balik semua itu, banyak sekali "fadlilah wa faidah" (keutamaan dan kemanfaatan). Menjadi panutan adalah perjuangan dunia yang mulia sekali. Sebab, itu semua berpengaruh pada kondidi seseorang yang demi kebaikannya.
Media mulut adalah yang paling efektif, mudah, dan langsung dalam proses mulia ini. Tak semua orang bisa menjadi Tauladan Umat. Dan tidak semua orang bisa diteladani umat. Jadi, hanya seorang tertentu yang mencapai keadaaan kedua ini dengan sikap sungguh-sungguh.
Seorang anak mungil adalah yang paling membutuhkan panutan. Kini terasakan padaku disaat keberadaanku di Pesantren. Adik yang ingin berada di sisiku. Dan ingin menjadi sepertiku. Tapi, aku tak bisa menjanjikannya. Aku takut sesuatu. Saat sikap burukku yang tak patut dan tak sesuai yang menbuat adik terbawa olehku. Berjalannya waktu kita tetap berpasangan. Ternyata semua ini bisa menjadi motivasi ku juga. Disaat adik ingin menjadi sepertiku, selama itu juga aku berhati-hati dalam bersikap. Dan membuat diriku bisa membiasakan diri tak ceroboh dalam bersikap. Semua aspek hidup kita sedikit demi sedikit mampu kita jalani sesuai islami walau belum bisa bernilai penuh.
Kita yakin, TUHAN sayang pada hamba-hambanNya. Jadi, semua pasti ada beribu Hikmah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar